Sejarah Terjadinya Revolusi Amerika

Revolusi Amerika ~ Dalam belajar sejarah, persitwia terjadinya revolusi Amerika merupakan peristiwa penting, karena dari belajar sejarah ini, para negara-negara di dunia yang dulunya terjajah mempunyai mimpi untuk melepaskan diri dari penjajahan. Nah sobat pada kesempatan kali ini, yuk belajar bersama-sama mengenai sejarah revolusi amerika. | Mata Pelajaran

Revolusi Amerika, Penyebab Revolusi Amerika, Faktor Pendorong Revolusi Amerika, Tokoh Revolusi Amerika, Jalannya Revolusi Amerika, Dampak Revolusi Amerika.
George Washington, Tokoh Penting dalam Peristiwa Revolusi Amerika | www.mata-pelajaran.xyz

Awalnya negara Inggris itu lunak terhadap tanah koloni di Amerika. Pemerintah Inggris tampaknya memberikan kebebasan relatif kepada koloni-koloni. Namun, setelah kesulitan keuangan Perang Tujuh Tahun melawan Prancis, Inggris mulai memperkuat pengaruhnya terhadap koloni. 

Dalam hal ini, pemerintah Inggris mulai menerapkan berbagai undang-undang yang memprioritaskan kepentingan negara induk, seperti undang-undang teh, hukum gula, undang-undang kopi, dan sebagainya. 

Semua ini jelas merupakan upaya pemerintah Inggris untuk memperkuat kekuatannya di tanah koloni. Sebaliknya, koloni yang matang merasakan tindakan negatif. Akibatnya timbul konflik antara kepentingan koloni dan Negara induk. 

Konflik ini pada akhirnya memuncak dalam sebuah revolusi. Penyebab Revolusi Amerika adalah sebagai berikut:

1. Adanya Ideologi Kebebasan dalam Politik

Koloni Inggris di Amerika tidak didirikan oleh pemerintah Inggris, tetapi diciptakan oleh para pelarian dari Inggris karena tekanan agama, sosial, ekonomi dan politik di negara salnya. Para kolonis mengklaim mereka adalah orang-orang bebas yang membangun koloni di dunia baru. 

Gagasan kebebasan para kolonis bertentangan dengan pandangan pemerintah Inggris bahwa koloni adalah koloninya. Ini didasarkan pada Perjanjian Paris 1763.

2. Keberadaan Berbagai Pajak

Berbagai pajak diterapkan, karena krisis keuangan Inggris karena Perang Laut Tujuh Tahun. Pemerintah Inggris memberlakukan berbagai pajak (pajak teh, pajak gula, pajak metera, i dan lain-lain) yang sangat membebani para kolonis. 

Sebaliknya, warga koloni dengan karakternya, Samuel Adams menentang kebijakan tersebut dengan semboyan tidak ada pajak tanpa perwakilan, yang berarti tidak ada pajak tanpa perwakilan.

3. Pesta Teh Boston

Penyebab khusus Revolusi Amerika adalah insiden yang dikenal sebagai The Boston Tea Party pada tahun 1773. 

Pada saat itu, pemerintah Inggris menaruh teh ke Boston Harbor, Amerika. Di malam hari, beban teh dilemparkan ke laut oleh orang Amerika yang menyamar sebagai suku Indian suku Mohawk. Inilah yang menyebabkan kemarahan pemerintah Inggris (Raja George III) untuk menuntut akuntabilitas. 

Dengan peristiwa tersebut, George III bertekad untuk menaklukkan Massachusetts dengan kekuatan senjata. Koloni-koloni mengabaikan tuntutan dan ancaman Inggris, dua belas negara kolonial lainnya telah menyatakan teman-teman setia mereka berdiri di belakangnya. 

Pada awal Desember 1774, tiga belas koloni bertemu di Philadelphia (kemudian dikenal sebagai Kongres I Kontinental) untuk menentukan langkah dalam menghadapi Inggris. Acara ini adalah pertama kalinya bagi tiga belas koloni di Amerika untuk bersatu dan bekerja sama. 

BACA JUGA: Sejarah Revolusi Industri

Kongres Kontinental Pertama menghasilkan sebuah pernyataan bahwa koloni Amerika Serikat tetap setia kepada Raja Inggris dan menuntut kebijakan untuk memulihkan hubungan baik antara koloni dan ibu negara Inggris. 

Sementara itu, ada pertempuran antara pasukan Inggris dan koloni-koloni. Pertempuran pertama meletus di Lexington, kemudian menyebar ke Concord, dan Boston.

Inggris menolak tuntutan para kolonis. Keberadaan The Boston Tea Party dan tuntutan tanah koloni dianggap sebagai tanda dimulainya pemberontakan. 

Pemerintah Inggris segera memperbesar jumlah pasukannya di Amerika. Sejak itu koloni Amerika yakin bahwa jalan damai untuk mengklaim mahluknya sebagai orang Inggris tidak mungkin tercapai. Pada awalnya perang ini hanya melawan kekerasan pemerintah Inggris terhadap koloni dan tidak memiliki tujuan untuk mencapai kemerdekaan. 

Namun, tujuan perang menjadi jelas setelah publikasi buku Common Sense (1776) karya Thomas Paine. Tulisan ini berisi gagasan kemerdekaan yang kemudian membangkitkan koloni untuk mengubah tujuan perjuangannya dari menentang kekerasan menuju perjuangan kemerdekaan.

Dalam Kongres Kontinental ke-2 tahun 1775 di Philadelphia, perwakilan dari tiga belas koloni sepakat untuk membebaskan diri mereka sendiri. Akhirnya pada 4 Juli 1776 mendeklarasikan Deklarasi Kemerdekaan sebagai alasan untuk melepaskan diri dari tanah air Inggris. 

Rancangan Deklarasi Kemerdekaan disusun oleh komite lima anggota kecil, yaitu Thomas Jefferson, Benjamin Franklin, Roger Sherman, Robert Livingstone, dan John Adams.

Sementara itu, perang tersebar luas hampir di ketiga belas koloni. Pada awalnya tentara Amerika yang dipimpin oleh George Washington selalu dikalahkan. 

Kekalahan yang dialami Amerika disebabkan oleh faktor kelemahan militer Amerika, yang kebanyakan terdiri dari warga sipil yang tidak memiliki pengalaman tempur. 

Selain masalah militer, Amerika juga dihadapkan pada kondisi di masyarakat yang belum sepenuhnya mendukung kemerdekaan Amerika. 

Beberapa kelompok masyarakat yang sebenarnya umumnya berasal dari kalangan menengah ke atas masih banyak pro terhadap Inggris dan tidak setuju jika Amerika menjadi negara merdeka.

Menyadari kelemahan-kelemahan ini, para pemimpin Amerika mencoba menyusun strategi untuk mengalahkan kekuatan Inggris. Melalui tugasnya yang disebut Benjamin Franklin, Amerika berhasil mengatur dukungan dari negara-negara Eropa terutama dari Prancis untuk membantu perang kemerdekaan Amerika. 

Bantuan dari negara-negara Eropa sangat berarti bagi kemerdekaan Amerika. Ini terbukti sejak tahun 1780, pasukan Amerika berhasil mengalahkan pasukan Inggris dalam berbagai pertempuran. Pasukan Inggris yang dipimpin oleh Lord Cornwalis di Yorktown, Virginia berhasil dikalahkan oleh gabungan pasukan George Washington dan Rochambeu yang berjumlah 15.000 tentara. 

Akibat dari peristiwa tersebut akhirnya pemerintah Inggris memutuskan untuk mengakhiri perang saat Cornwall menyerah pada tanggal 19 Oktober 1781.

Perjanjian damai akhirnya diadakan pada tahun 1782 antara pemerintahan Inggris dan Amerika Serikat. Yang kemudian perjanjian damai  tersebut ditandatangai pada tanggal 3 September 1783. 

Perjanjian Paris tahun 1783 berisi pengakuan Inggris atas kemerdekaan dan kedaulatan dari tiga belas koloni menjadi negara merdeka Amerika Serikat. Selain itu, Inggris juga menyerahkan wilayah barat Mississippi ke negara baru. 

Revolusi memungkinkan Amerika untuk merdeka dari Inggris dan telah mengubah beberapa kondisi kehidupan penduduk di Amerika. Dari aspek politik tidak ada karyawan Inggris di Amerika lagi. Sistem pemerintahan masih menggunakan sistem Inggris tetapi telah memberikan kekuasaan negara untuk mengatur wilayahnya. 

Dari aspek sosial melalui deklarasi kemerdekaan banyak diungkapkan tentang hak-hak kemanusiaan. Perlu dibenarkan, setelah kemerdekaan setiap negara kecuali Georgia telah mengurangi dan menepis budak-budak impor. Namun di Amerika masih ada perbudakan. 

Dari aspek ekonomi Amerika menjadi bangsa yang besar dan berperan aktif dalam dunia perdagangan.

Demikianlah penjelasan tentang Sejarah Singkat Revolusi Amerika, semoga apa yang dijelaskan di atas bisa bermanfaat dan kita bisa belajar banyak dari sejarah dunia. Jika ada pertanyaan mengenai apa yang sudah dijelaskan di atas, silahkan tuliskan saja melalui kolom komentar di bawah. Terima kasih banyak.

0 Response to "Sejarah Terjadinya Revolusi Amerika"

Posting Komentar